Sesuaikan dengan Jenis Material
Langkah pertama adalah mengenali material yang akan dipotong. Baja karbon, stainless steel, aluminium, dan plastik mempunyai karakteristik yang berbeda.
Material keras membutuhkan mata potong dengan ketahanan aus tinggi. Sementara itu, material lunak seperti aluminium membutuhkan desain gigi yang mampu membuang serpihan dengan cepat agar mata potong tidak mudah tersumbat.
Tentukan Diameter Slitting Saw
Diameter mata potong memengaruhi kedalaman potongan. Semakin besar diameternya, semakin dalam jangkauan pemotongan yang bisa dilakukan.
Namun, diameter slitting saw tetap harus disesuaikan dengan kapasitas mesin, ukuran arbor, ruang kerja, dan tingkat kekakuan sistem. Diameter terlalu besar dapat meningkatkan risiko getaran apabila mesin atau arbor tidak cukup stabil.
Perhatikan Ketebalan Mata Potong
Ketebalan slitting saw menentukan lebar alur atau celah yang dihasilkan. Pilih ketebalan sesuai ukuran slot yang dibutuhkan.
Mata potong yang sangat tipis mampu menghasilkan celah sempit, tetapi lebih rentan melengkung dan patah. Karena itu, pengguna perlu memastikan arbor, penjepitan, dan parameter pemotongan dalam kondisi stabil.
Pilih Jumlah Gigi yang Sesuai
Jumlah gigi memengaruhi proses pembuangan serpihan dan kualitas permukaan potongan.
Gunakan gigi halus untuk material tipis atau pekerjaan yang membutuhkan permukaan lebih rapi. Gunakan gigi kasar untuk material tebal agar serpihan memiliki ruang keluar yang cukup.
Idealnya, beberapa gigi tetap bersentuhan dengan benda kerja selama proses pemotongan. Jika terlalu sedikit, potongan dapat terasa kasar dan menimbulkan hentakan. Jika terlalu banyak, serpihan bisa menumpuk di sela-sela gigi.
Periksa Diameter Lubang Arbor
Lubang arbor pada slitting saw harus sesuai dengan diameter arbor mesin. Kesesuaian ini penting untuk memastikan mata potong terpasang secara konsentris dan tidak bergeser saat berputar.
Pemasangan yang longgar dapat menyebabkan getaran, ketidakpresisian, dan kerusakan mata potong.
Sesuaikan dengan Kecepatan Mesin
Setiap material mata potong memiliki batas kecepatan kerja. HSS umumnya digunakan pada kecepatan lebih rendah dibandingkan carbide.
Kecepatan putaran juga perlu disesuaikan dengan diameter mata potong dan material benda kerja. Putaran terlalu tinggi dapat menghasilkan panas berlebih, sedangkan putaran terlalu rendah dapat membuat proses pemotongan tidak efisien.