Cara kerja asphalt cutter cukup sederhana namun memerlukan ketelitian. Pertama, operator menandai jalur potong pada permukaan aspal menggunakan kapur atau cat. Setelah itu, mesin dinyalakan dan pisau diarahkan ke jalur potong.
Pisau berputar dengan kecepatan tinggi, sementara sistem pendingin air disalurkan untuk menjaga suhu dan mengurangi debu. Operator kemudian menekan tuas untuk mengatur kedalaman potong. Selama proses berlangsung, mesin harus dijalankan dengan kecepatan stabil agar hasilnya rata dan tidak bergelombang.
Kunci utama keberhasilan pemotongan ada pada pengaturan tekanan dan kecepatan. Jika tekanan terlalu kuat, pisau bisa cepat aus. Namun jika terlalu ringan, hasil potongan menjadi tidak rata. Itulah sebabnya, operator harus memahami keseimbangan antara tekanan, kecepatan putaran, dan jenis material yang dipotong.