Perbedaan Pernis Kayu dan Plitur
Jumat, 25 Feb 2022

Perbedaan Pernis Kayu dan Plitur

Istilah pernis kayu dan pelitur sudah tidak asing lagi di kalangan pengrajin furnitur kayu. Setiap produk kayu seperti meja dan kursi biasanya dilapisi pernis kayu dan pelitur. Tujuan pelapisan itu adalah agar furnitur tampak mengkilap dan terkesan mewah.

Banyak yang menganggap pernis kayu dan pelitur adalah hal yang sama. Nyatanya kedua istilah itu memiliki perbedaan dan ciri khas tersendiri. Berikut ini kami bagikan perbedaan pernis kayu dan pelitur dan masing-masing fungsinya.

Pernis dan pelitur memiliki bahan baku berbeda

Pernis kayu dibuat dari bahan baku resin, drying oil, dan pelarut berjenis solven based dan water based. Pernis kayu berjenis water based menggunakan air sebagai pelarutnya, sedangkan solvent based merupakan kombinasi thinner sebagai pelarut.

Sementara itu, Plitur adalah cat transparan denga bahan utama oker. Oker merupakan ranah lunak yang sudah mengalami proses oksidasi. Proses ini membuat oker memiliki varian warna mulai dari cokelat, kuning muda, hingga kuning keemasan. Pembuatan pelitur tidak menggunakan pelarut.

Perbedaan cara penggunaan pernis dan pelitur

Cara penggunaan pernis dan pelitur tentu saja berbeda. Pernis kayu bisa langsung digunakan tanpa campuran apapun. Oleskan pernis kayu pada permukaan yang diinginkan menggunakan kuas. Permukaan atau bidang tersebut akan langsung terlapisi pernis kayu hingga mengkilap.

Berbeda dengan pelitur. Karena bahan baku pelitur tidak menggunakan pelarut, maka penggunaannya tidak bisa langsung dioleskan pada permukaan kayu. Plitur harus dicampur dengan bahan pelarut. Biasanya pelarut untuk pelitur adalah campuran spiritus. Namun, saat ini Anda bisa mencampur pelitur dengan thinner sehingga bisa diaplikasikan pada furnitur kayu.

Hasil akhir berbeda

Pengaplikasian pernis kayu dan pelitur pada furnitur kayu akan membuatnya lebih mengkilap. Namun, perbedaan detail antara furnitur yang dilapisi pernis kayu dan pelitur terletak pada warnanya. Penggunaan pernis kayu hanya akan membuat bidang kayu tersebut tampak lebih mengkilap tanpa ada perubahan warna. Sehingga warna kayu dan serat-seratnya tampak jelas dan alami.

Lain halnya dengan pelitur yang justru memberikan warna untuk bidang atau permukaan kayu yang dioleskan. Plitur akan membuat warna permukaan bidang yang dioleskan berubah sesuai dengan warna oker. Perubahan warnanya anta kuning, cokelat atau bahkan keemasan. Meski hasil akhirnya jadi terlihat kurang alami, namun penggunaan pelitur bisa menjadi solusi untuk bahan kayu yang warnanya tidak merata.

Daya tahan yang berbeda

Furnitur kayu yang dilapisi pernis menjadi lebih tahan lama karena pernis membuat serat-serat kayu jadi lebih kuat. Sehingga furnitur jadi tidak mudah lapuk dan rusak.

Sedangkan pelitur tidak memiliki fungsi seperti pernis kayu yang bisa menguatkan furnitur. Plitur hanya memberi kesan mengkilap dan warna pada permukaan perabot kayu.
Sekarang Anda sudah tahu perbedaan pernis dan pelitur. Keduanya memiliki keunggulan masing-masing. Anda bisa menggunakan pernis dan pelitur sesuai kebutuhan.

Butuh perlengkapan woodworking tools untuk usaha perkayuan? DCAP adalah solusi yang tepat. DCAP menghadirkan berbagai pilihan woodworking tools berkualitas muali dari circular saw, pisau planer, peralatan bor, dan sebagainya. Menerima custom alat potong sesuai kebutuhan Anda.