Secara umum, kayu jati biasa digunakan untuk furniture, ukir-ukiran, dok pelabuhan, bantalan rel, jembatan, kapal niaga dan kapal perang. Nama lain dari kayu jati adalah deleg, dodolan, jate, jateh, jatih, jatos, dan kulidawa. Di Indonesia sendiri kayu jati yang menjadi primadona adalah kayu jati Jawa karena memiliki tekstur yang halus dan kayunya lebih kuat daripada kayu jati dari daerah manapun. Menurut sifat kayunya, ada beberapa jenis kayu jati yaitu :
- Kayu jati lengo atau jati malam, memiliki kayu yang keras, kuat, berat dan memiliki tekstur yang halus jika diraba seperti mengandung minyak.
- Jati sungu memiliki ciri-ciri hitam, padat dan berat.
-
Jati werut, dengan kayu yang keras dan serat berombak.
-
Jati doreng, berkayu sangat keras dengan warna loreng-loreng hitam menyala, sangat indah.
-
Jati kembang.
-
Jati kapur, kayunya berwarna keputih-putihan karena mengandung banyak kapur, termasuk jenis yang kurang kuat dan kurang awet.
-
Jati emas. Jenis ini yang paling banyak dibudidayakan oleh banyak orang karena jenis jati yang satu ini pertumbuhannya tergolong lebih cepat dan masa hidup yang lebih lama dari jati jenis yang lain.
-
Jati perhutani. jenis kayu yang dirawat langsung oleh Dinas perhutani. Jenis ini membutuhkan perawatan yang spesial karena pertumbuhannya yang lebih lama dan membutuhkan banyak atensi.