Veneer kayu di pasaran biasanya memiliki ukuran 122 cm x 244 cm. Pembuatan veneer kayu dilakukan agar dapat menghemat penggunaan kayu karena veneer biasanya dibuat menggunakan kayu meranti dan mangir yang cukup ekonomis. Namun, ada juga veneer yang terbuat dari kayu jati dan rengas. Berikut ini adalah jenis-jenis veneer kayu:
1. Raw veneer
Raw veneer adalah jenis veneer kayu yang belum diolah sehingga cukup sulit membedakan permukaan depan dan belakangnya. Jika digunakan untuk melapisi furnitur, raw veneer perlu disambung dengan tiap potongan sehingga bisa melapisi furnitur dengan sempurna.
2. Paper backend veneer
Veneer kayu memiliki bentuk lembaran besar dengan satu lapisan yang terbuat dari kertas, sehingga mudah diaplikasikan dan lebih fleksibel. Paper backend veneer biasa digunakan sebagai finishing interior.
3. Laid up veneer
Laid up veneer terbuat dari raw veneer yang disatukan sehingga membentuk lembaran besar. Dibutuhkan peralatan soodworking canggih dengan ketelitian yang tinggi untuk membuat veneer jenis ini. Veneer yang satu ini tersedia dalam berbagai ukuran dan desain menarik, sehingga dapat disesuaikan dengan konsep interior apapun.
4. Phenolic backend veneer
Selanjutnya ada phenolic backend veneer adalah veneer kayu yang biasa digunakan untuk membuat material komposit. Selain itu, veneer jenis ini juga digunakan sebagai lapisan dasar pada artifisial wood veneer.
Phenolic backend veneer semakin sering digunakan masyarakat karena ketersediaannya yang banyak serta keunggulan tidak mudah retak dan memiliki fleksibilitas bagus.
5. Reconstitude veneer
Jenis veneer kayu yang terakhir adalah Reconstitude veneer. Terbuat dari vegetasi hutan tropis yang pertumbuhan pohonnya relatif cepat. Diolah dari bahan kayu gelondongan, lalu dilakukan pengecatan (jika diperlukan). Kemudian lembaran ini direkatkan menjadi material veneer yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal.