Langkah pertama adalah memotong log kayu sesuai ukuran yang diinginkan. Ukuran inilah yang nantinya akan menjadi lebar atau panjang dari
veneer. Langkah selanjutnya yaitu mengupas kulit kayu sampai bersih menggunakan mesin. Kemudian membelahnya menjadi dua bagian dan membentuknya menjadi balok atau membiarkannya tetap utuh sebagai kayu gelondongan.
Kemudian kayu dilunakkan agar mudah saat proses penyayatan yaitu dengan cara direbus menggunakan air panas atau uap air panas. Lalu kayu disayat untuk membuat lembaran-lembaran
veneer. Untuk kayu gelondongan perlu menggunakan teknik rotary (putar) yaitu dengan meletakkan kayu pada mesin kemudian menyayatnya dengan cara memutar. Cara ini akan membuat kayu gelondongan menghasilkan lembaran veneer yang panjang.
Sedangkan untuk kayu yang sudah dibelah atau dibentuk balok, cara penyayatannya adalah dengan kayu diiris secra memanjang. Cara ini akan menghasilkan
veneer dengan ukuran lebar sesuai dengan ukuran lebar belahan kayu dan panjangnya sesuai dengan potongan kayu yang disayat. Pada proses ini, lembaran-lembaran sayatan kayu ini dipotong sesuai dengan ukuran yang diinginkan.
Untuk lembaran
veneer yang dihasilkan dari teknik rotary sangatlah panjang sehingga Anda perlu memotong panjangnya saja. Untuk lembaran veneer yang dihasilkan dari teknik lain selain rotary Anda harus merapikan sisi-sisinya agar mendapatkan bentuk lembaran veneer kotak memanjang yang rapi. Proses yang terakhir adalah pengeringan. Hal ini dilakukan karena lembaran veneer kayu masih dalam keadaan basah dan perlu dikeringkan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.