Kayu cendana memiliki nama latin Santalum Album L merupakan tumbuhan endemik Nusa Tenggara Timur dan Mary Timur Barat Daya. Cendana merupakan tumbuhan parasit yang membutuhkan inang untuk tumbuh. Biasanya yang menjadi tumbuhan inang cendana adalah seperti pohon Acacia, Albasia, Dalbergia, Inga, Pongamia, Alan-alan dan lain sebagainya yang dapat membantu proses pertumbuhannya.Pohon cendana asli mengandung minyak esensial yang berharga. Batang pohon cendana dapat berdiameter 40 cm dan bisa tumbuh sampai ketinggian 20 m. Cendana cenderung memiliki daun tunggal berwarna hijau dan jarang. Bentuk daun cendana bundar seperti pasa, pinggirannya bergelombang dan tangkai daunnya berwarna kekuningan dengan ukuran 1-1,5 cm. Bentuk bunganya seperti payung mekar dengan hiasan tabung dan berbentuk lonceng.Cendana memiliki aroma yang harum. Kayu cendana biasanya digunakan sebagai rempah-rempah, bahan dupa, aromaterapi, campuran parfum serta sangkur keris. Kayu cendana yang baik dapat menyimpan aromanya selama berabad-abad dan termasuk tumbuhan yang langka. Hal ini yang menjadikan kayu cendana sebagai salah satu jenis kayu termahal di dunia. Kayu cendana juga biasa digunakan sebagai bahan dasar pembuatan furniture dan barang kerajinan.Kayu cendana termasuk ke dalam famili Santalaceae yang terdiri dari 29 spesies di seluruh dunia dan telah tersebar di Indonesia, Australia, India, hingga negara kepulauan pasifik. Dari 29 spesies cendana tersebut, hanya delapan spesies yang dimanfaatkan karena memiliki aroma dan kadar minyak. Sedangkan dua spesies lainnya telah dinyatakan punah, yaitu Santalum hanoi Santalum frevenitianum.Itulah tadi penjelasan mengenai kayu cendana beserta ciri-cirinya. Wajar saja jika harga kayu cendana terbilang mahal karena banyaknya manfaat dan keberadaan nya yang sudah langka. Untuk itu, tetap jagalah alam, lakukan tebang pilih dan reboisasi agar anak cucu kita juga dapat merasakan manfaat dari kayu cendana ini.